Peresmian/Pendatanganan MoU

Nota Kesepahaman antara SMKN 1 MUARA UYA dan Desa wilayah Kecamatan Muara Uya, Kamis, 22 September 2022

Foto Acara Perpisahan

Siswa-Siswi SMKN 1 MUARA UYA Tahun 2021/2022

Saturday, 20 December 2025

HUT ke-20 SMKN 1 Muara Uya: Prestasi Dirayakan, Adab Ditekankan, Karakter Dikuatkan

 



SMKN 1 Muara Uya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 dengan penuh khidmat, semarak, dan makna pendidikan yang kuat. Beragam lomba edukatif dan kompetitif yang melibatkan peserta dari jenjang SD, SMP/MTs hingga siswa internal sekolah menjadi rangkaian perayaan yang berpuncak pada resepsi HUT ke-20, Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan semata mengejar kemenangan dan angka, melainkan membentuk karakter. Ia menekankan pentingnya menjadikan adab sebagai ‘panglima’ dalam menuntut ilmu dan menghadapi persaingan di masa depan. Menurutnya, ilmu yang tinggi tanpa adab akan kehilangan arah dan makna.


Resepsi HUT ke-20 ini juga dihadiri Kapolsek Muara Uya yang memberikan sambutan serta himbauan kepada seluruh civitas akademika SMKN 1 Muara Uya agar senantiasa tertib berlalu lintas, bermasyarakat, serta peduli terhadap lingkungan, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan. Dalam pesannya, Kapolsek mengajak seluruh peserta didik meneladani empat sifat Nabi Muhammad SAW, yakni Amanah, Fathonah, Tabligh, dan Siddiq, sebagai role model dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pemenang Lomba HUT ke-20 SMKN 1 Muara Uya

1. Lomba Futsal

Peringkat Pemenang

Juara 1 SMPN 1 Muara Uya

Juara 2 MTs Sirajul Huda Marindi

Juara 3 MTs Assa’adah Bongkang

Juara 4 MTsN 7 Tabalong

Top Skor Muhammad Akbar (SMPN 1 Muara Uya)

Pemain Terbaik Majid (MTsN 7 Tabalong)

Kiper Terbaik Dimas Pandan Arum (SMPN 1 Muara Uya)


2. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD

Peringkat Pemenang

Juara 1 SDN 2 Simpung Layung

Juara 2 SDN 1 Bongkang

Juara 3 SDN 1 Pulau Ku’u


3. Lomba Cerdas Cermat SMP/MTs Putra

Peringkat Pemenang

Juara 1 SMPN 1 Jaro

Juara 2 SMPN 2 Muara Uya

Juara 3 MTs Sirajul Huda Marindi

4. Lomba Cerdas Cermat SMP/MTs Putri

Peringkat Pemenang

Juara 1 SMPN 2 Muara Uya

Juara 2 SMPN 6 Muara Uya

Juara 3 MTsN 7 Tabalong

5. Lomba Cerdas Cermat Internal

Peringkat Pemenang

Juara 1 XI AKL

Juara 2 X TAB 3

Juara 3 X AKL

6. Lomba Puisi Tingkat SD

Peringkat Pemenang

Juara 1 Rayyan Zaki Fadilah (SD Negeri 1 Nalui)

Juara 2 Pratama Gita Sucitta (SD Negeri 1 Mangkupum)

Juara 3 Hafiza Azzahra (MI Al Islamiah Bangkar)

7. Lomba Puisi Tingkat SMP/MTs

Peringkat Pemenang

Juara 1 Muhammad Ilmi Ridani (SMPN 1 Jaro)

Juara 2 Pitriyani (SMPN 2 Muara Uya)

Juara 3 Nor Latifah (MTsN 7 Tabalong)

8. Lomba Video Anti Bullying dan Kekerasan

Peringkat Pemenang

Juara 1 X TAB 3

Juara 2 XI RPL

Juara 3 X RPL 1







Sehari setelah resepsi HUT, tepatnya Jumat, 19 Desember 2025, SMKN 1 Muara Uya kembali mengundang orang tua siswa dalam agenda pengambilan rapor semester. Kehadiran orang tua yang memenuhi undangan menjadi potret kuatnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Rita Herlina menyampaikan pesan reflektif bahwa nilai rapor, termasuk peringkat 1, 2, dan 3, sejatinya hanyalah deretan angka. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah proses belajar, kedisiplinan, kejujuran, serta karakter yang tumbuh selama siswa menempuh pendidikan.


Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses tersebut, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa dengan kehadiran sempurna (0 ketidakhadiran) selama satu semester. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada siswa terbaik dalam Uji Kompetensi Keahlian Otomotif yang meliputi Jurusan Teknik Sepeda Motor (3 siswa), Teknik Kendaraan Ringan (3 siswa), dan Teknik Alat Berat (6 siswa).

Dengan gaya khas Arek Suroboyo dan pesan yang membumi, Khoirul Anwari, yang akrab disapa Pak Choy, saat mengumumkan siswa terbaik Uji Kompetensi menyampaikan, “Penghargaan ini diberikan bukan untuk menjawab ranking piro, tapi untuk menjawab ISO opo?” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghargaan dimaksudkan untuk mengukur kompetensi nyata, bukan sekadar posisi angka di atas kertas.


Melalui peringatan HUT ke-20 ini, SMKN 1 Muara Uya menegaskan komitmennya sebagai satuan pendidikan vokasi yang tidak hanya mengejar prestasi akademik dan kompetensi keahlian, tetapi juga konsisten menanamkan nilai adab, karakter, dan tanggung jawab sosial kepada seluruh peserta didik.







Saturday, 8 November 2025

MEDALI POPNAS XVII, KISAH ALDA ANAK RIMBA MUARA UYA TAKLUKKAN JAKARTA

 



Langit Jakarta yang biasanya berdebu sore itu nampak dingin, tapi suasana di arena atletik PPOP Ragunan justru berdebar. Suara peluit, hentakan kaki, dan sorak penonton berpadu menjadi simfoni semangat muda dari seluruh penjuru negeri. Di tengah riuh itu, seorang gadis berpostur tegap bersiap di garis lempar, Alda Riyani, siswi kelas XII dari SMKN 1 Muara Uya, Kalimantan Selatan, sebuah sekolah yang berada di daerah 3 perbatasan provinsi, Kalseltengtim, jauh berada di tengah Kalimantan.


Lemparan terakhirnya meluncur tajam, membelah udara, dan jatuh di titik 39,66 meter hanya terpaut sedikit dari pesaingnya atlit dari Banten 39.65 meter. Seketika, arena bergemuruh. Tangannya mengepal, senyumnya merekah. Perjuangan panjang berbulan-bulan itu akhirnya terbayar. Medali perak POPNAS XVII resmi menjadi miliknya.


Dari sumber yang diterima tim Jurnalis Sekolah, Juara 1 diraih oleh atlit dari Bangka Belitung dengan lemparan 42 meter.


Alda berlari kecil menuju pelatihnya, Raden Rahmat Soejono dan Bani, yang menyambut dengan pelukan bangga. Tak lupa, sosok Fatmawati dari PASI Kota Banjarmasin yang setia mendampingi sejak awal turut menyeka air mata haru. Di podium, ketika medali perak dikalungkan di lehernya, Alda menunduk sesaat bukan karena kalah, tapi karena rasa syukur yang begitu dalam.


Ketika dihubungi tim Jurnalis Sekolah melalui sambungan telepon, suaranya terdengar bergetar namun tegas.


“Saya bersyukur sekali. Terima kasih untuk semua guru yang tetap mengirimkan materi walau saya sering izin latihan. Terima kasih khusus untuk Ibu Rita (Rita Herlina) yang selalu memberi kesempatan untuk kami berkembang sesuai bakat dan minat,” ujarnya.


Bagi Alda, podium bukanlah akhir, tapi langkah menuju harapan baru. Ia ingin generasi berikutnya dari SMKN 1 Muara Uya berani bermimpi lebih tinggi.


“Saya ingin setelah saya lulus, ada lagi yang melanjutkan jejak ini. Karena kalau kita sungguh-sungguh, asal dari mana pun kita bisa bersaing di level nasional,” katanya seolah mengingatkannya dari mana ia berasal.


Nama Alda bukanlah nama baru di dunia atletik pelajar. Sebelumnya, ia sudah dua kali menghiasi pemberitaan sekolah:

📎 Alda Riyani Kunci Dua Emas di POPDA https://www.smkn1muarauya.sch.id/2025/05/alda-riyani-kunci-dua-emas-di-popda.html?m=1

📎 Kembali Menggila, Alda Sabet Dua Medali  https://www.smkn1muarauya.sch.id/2025/11/kembali-menggila-alda-sabet-dua-medali.html?m=1


Kini, lembar kisah itu bertambah dengan medali perak yang bersinar bukan karena logamnya, tapi karena cerita kerja keras, doa, dan dukungan dari Pemda Kabupaten Tabalong yang akan memberikan beasiswa full selama Kuliah nanti.

Sebuah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang kecil, dan bahwa tekad seorang pelajar dari Muara Uya mampu menembus langit Jakarta. Dari Belantara Nusantara Taklukkan Jakarta. (Tim Jurnalis Sekolah)




Monday, 3 November 2025

LDKS SMKN 1 MUARA UYA: Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter, dan Semangat Kemandirian Pemimpin yang Literate

 



Tak ada anggaran, bukan berarti tak ada jalan. Dari kondisi serba terbatas inilah semangat pembentukan karakter siswa SMKN 1 Muara Uya menemukan bentuk nyatanya. Adalah kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang menjadi panggung pembuktian, bahwa karakter pemimpin tak dibentuk oleh kemewahan fasilitas, melainkan oleh keberanian menghadapi keterbatasan.

 

Cerita bermula ketika pengurus OSIS periode 2024–2025 lalai menyusun rancangan kegiatan tahunan. Akibatnya, program LDKS tidak masuk dalam RKAS dan tak memiliki anggaran. Namun Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, yang dikenal tegas dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa, tak ingin hal itu menjadi alasan untuk berhenti.

 

“LDKS ini bukan sekadar acara. Ini kawah candradimuka tempat kalian ditempa menjadi pemimpin sejati. Kalian harus belajar bertanggung jawab atas kelalaian dan keputusan sendiri,” ujarnya lantang, sambil memberikan dana pribadi sebagai pemantik agar kegiatan tetap terlaksana.

 

Dari semangat itulah OSIS belajar arti tanggung jawab. Mereka bergerak, berunding, mencari solusi, hingga akhirnya menggandeng PT United Tractors melalui program CSR TUTI (Tebar Buku Tuai Ilmu, satu dari 5 pilar CSR) dan TBM Rumah Buku Alam Jaro sebagai mitra kegiatan.

 

Perjalanan mencari dukungan itu menjadi pelajaran berharga bagi pengurus OSIS: karakter pemimpin bukan dibentuk oleh jabatan, tapi oleh proses jatuh-bangun mencari jalan.

“Kami belajar untuk tidak mudah menyerah. Ternyata, menjadi pemimpin berarti siap menghadapi masalah dan mencari solusi,” tutur Riska Rahmawati, Sekretaris OSIS, dengan mata berbinar mengenang proses panjang itu.

 

Kegiatan yang digelar selama dua hari satu malam dan diikuti oleh 20 peserta terpilih itu bukan sekadar pelatihan teknis organisasi. Di setiap sesi, peserta diajak memahami nilai-nilai dasar kepemimpinan, kemandirian, dan kejujuran berpikir.

 



Muziza Arizatannor, pembina OSIS sekaligus pemateri, menekankan pentingnya tanggung jawab dan perencanaan. “Pemimpin tidak lahir dari kenyamanan. Kalian harus belajar merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi setiap langkah organisasi. Itulah latihan kepemimpinan yang sesungguhnya,” tegasnya.

 

Sementara itu, Khoirul Anwari, pendiri TBM Rumah Buku Alam Jaro, mengingatkan tentang keadilan dalam berpikir sebagai dasar karakter seorang pemimpin. “Menjadi pemimpin berarti belajar adil sejak dalam pikiran. Bagaimana mungkin kalian menuntut anggota disiplin, jika kalian sendiri tidak menepati janji? Bagaimana bisa menjadi role model jika kalian tidak menjadi teladan dan tidak mampu mempengaruhi anggota? Keadilan itu tumbuh dari kebiasaan membaca dan refleksi diri,” ungkapnya, menegaskan keterkaitan antara literasi dan pembentukan karakter serta menyinggung ketidaksesuaian jumlah peserta di proposal kegiatan dan kenyataan. 

 

Perlu diketahui sesuai proposal jumlah peserta terpilih adalah 30 peserta namun saat pelaksanaan jumlah peserta hanya 20 peserta, hal ini tentu menjadi catatan agar ke depan persiapan harus benar-benar dilakukan dengan matang, meski semangat membara. Namun demikian hal tersebut tidak mengurangi dari esensi nilai pengkaderan.

 

Sebagai keynote speaker, Srie Norma Ningsih, pembina OSIS sekaligus pembina Paskibra SMKN 1 Pugaan membawa pesan kuat tentang semangat perjuangan dan militansi organisasi.

 

“Rekrut pengurus OSIS dengan orang yang mau belajar dan mau ditempa. Jangan rekrut mereka yang hanya mampu tapi tak mau berproses, mereka hanya akan menjadi beban organisasi. Karakter tidak tumbuh dari kemampuan, tapi dari kemauan, rekrut mereka yang mau diajak mendaki gunung, rekrut mereka yang mau diajak mengarungi samudera” pesannya, menegaskan filosofi kepemimpinan berbasis keikhlasan dan tanggung jawab.

 

Hari terakhir kegiatan dilaksanakan di TBM Rumah Buku Alam Jaro, tempat di mana para peserta merenungi arti kepemimpinan di tengah suasana alam yang tenang di antara hamparan sawah, pegunungan, dan gemericik sungai. Di sana, mereka belajar bahwa pemimpin yang kuat bukan hanya yang bisa memerintah, tetapi yang bisa mendengar, membaca, dan memahami.

 

LDKS tahun ini menjadi bukti bahwa SMKN 1 Muara Uya tidak hanya berfokus mencetak siswa terampil, tetapi juga menumbuhkan karakter pemimpin yang tangguh, mandiri, dan berintegritas.

 

“Karena karakter tidak lahir di ruang kelas saja, tapi di ruang-ruang perjuangan,di saat seseorang berani memilih jalan sulit dan tetap melangkah. Kapal nampak kuat dan gagah serta aman saat bersandar di pelabuhan, kapal dibuat tidak untuk bersandar tapi Kapal dibuat untuk mengarungi samudera. Percayalah, dengan mengikuti dang mengarungi organisasi mentalmu akan teruji” Tutup Srie Norma Ningsih yang juga didaulat untuk menutup kegiatan.  (Tim Jurnalistik Sekolah)


 















Guru SMKN 1 Muara Uya Tampil Percaya Diri di Lomba Bercerita Bahasa Banjar

 



Tabalong, 1 November 2025. Arief Setia Permana, guru bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Muara Uya, menunjukkan keberanian dan semangat luar biasa saat mengikuti Lomba Bercerita Guru dalam Bahasa Banjar tingkat SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong.

 

Yang membuat penampilannya istimewa, Arief bukanlah penutur asli bahasa Banjar. Pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini sehari-hari menggunakan bahasa Sunda. Namun hal itu tak menjadi penghalang baginya untuk tampil percaya diri di atas panggung, membawakan cerita dengan logat Banjar yang fasih dan penuh penghayatan.

 

Sebelumnya, Arief berhasil menyisihkan sejumlah peserta hingga masuk babak 5 besar. Meski belum berhasil meraih juara, keberaniannya mendapat apresiasi dari sekolah.

 

“Saya cuma ingin mencoba dan belajar menghargai bahasa daerah tempat saya mengabdi. Juara bukan tujuan utama, yang penting saya berani melangkah,” ujar Arief dengan senyum bangga.

 

Penampilan Arief menjadi contoh nyata semangat pantang menyerah dan mental khas para perantau, berani mencoba, berani tampil, dan terus belajar di mana pun berada. (Tim Jurnalistik Sekolah)









Kembali Menggila, Alda Sabet Dua Medali di PORPROV 2025

 



Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet andalan SMKN 1 Muara Uya, Alda Riyani, siswi kelas XII TKR. Dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Selatan 2025 di Kabupaten Tanah Laut, Alda berhasil menyabet dua medali sekaligus, Emas di cabang Lompat Jauh Putri dan Perunggu di cabang Lempar Lembing Putri.

 

Pada cabang lompat jauh, Alda mencatatkan lompatan sejauh 4,77 meter, sementara di cabang lempar lembing, ia mencatat jarak 32,62 meter. Kedua capaian ini mengantarkannya ke podium dan membawa nama harum SMKN 1 Muara Uya di tingkat provinsi.

 

Saat dihubungi tim jurnalistik sekolah, Alda mengungkapkan rasa syukurnya:

 

“Alhamdulillah, dengan izin Allah saya bisa meraih hasil ini. Terima kasih untuk kepala sekolah, para guru, pelatih, dan teman-teman atas dukungannya. Prestasi ini untuk kita semua.”

 

Alda juga berharap sekolah dapat menambah fasilitas olahraga, terutama untuk lompat jauh dan lempar lembing, agar latihan bisa lebih maksimal.

 

“Saya berharap ada lintasan dan area latihan yang sesuai standar supaya lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

 

Dengan prestasi tersebut, Alda bertekad menembus PON 2028 di NTT dan NTB, dengan menargetkan lompatan lebih dari 5,5 meter agar bisa mengikuti PON.

Ia juga bersyukur atas perhatian dari Pemkab Tabalong yang akan memberikan bonus Rp10 juta untuk medali perunggu serta Rp30 juta dan beasiswa kuliah untuk medali emas.

 

“Beasiswa ini jadi penyemangat baru untuk terus berprestasi,” tambahnya.

 

Prestasi Alda menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan sekolah utamanya kebijakan anggaran yang berorientasi siswa mampu melahirkan generasi berprestasi yang mengharumkan nama SMKN 1 Muara Uya.

 

Selamat untuk Alda Riyani, Teruslah berlari, melompat, terbang dan menembus batas menuju prestasi yang lebih tinggi. (Tim Jurnalistik Sekolah)

 

Berita Lain tentang Alda Riyani: https://www.smkn1muarauya.sch.id/2025/05/alda-riyani-kunci-dua-emas-di-popda.html?m=1






Saturday, 1 November 2025

Heboh! SMKN 1 Muara Uya Bongkar Kasus Bullying di Sekolah dan Pawai Budaya.

 

Dua hari berturut-turut, suasana di SMKN 1 Muara Uya berubah penuh warna dan makna. Setelah semarak peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan pawai budaya yang menggetarkan semangat kebangsaan, keesokan harinya sekolah ini menggelar sosialisasi pengembangan sosial emosional dan anti-bullying sebagai langkah nyata menciptakan sekolah yang aman dan berkarakter.

 

Pada Selasa, 29 Oktober 2025, seluruh warga sekolah mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilanjutkan dengan pawai budaya di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini berlangsung meriah dan tertib berkat pengawalan dari Polsek Muara Uya.



Dalam amanatnya, Kepala SMKN 1 Muara Uya menyampaikan tiga pesan penting kepada para siswa.

 

“Bangun semangat pantang menyerah, jangan takut gagal. Gunakan teknologi dengan bijak, dan tanamkan cinta pada bangsa melalui prestasi, inovasi, serta tanggung jawab,” ujar beliau dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan seluruh peserta upacara.

 

Usai pawai budaya, kegiatan dilanjutkan dengan fashion show bertema kostum paling unik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa. Suasana meriah berpadu dengan semangat kebersamaan yang tinggi.





Namun, sehari kemudian, suasana berubah menjadi lebih reflektif. Berdasarkan data Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) SMKN 1 Muara Uya, sejak bulan Juli hingga Oktober 2025 tercatat dua kasus bullying verbal dan tiga kasus bullying fisik. Sebagai tindak lanjut, sekolah menggelar Sosialisasi Pengembangan Sosial Emosional dengan menghadirkan dr. Tri Anny Rakhmawati, Sp.KJ sebagai narasumber.

 

Dalam paparannya, dr. Tri Anny menekankan pentingnya pengendalian emosi dan memahami batas diri (bounderis) dalam setiap interaksi sosial.

 

“Setiap siswa perlu mengenal emosinya sendiri dan menghargai emosi orang lain. Dengan begitu, hubungan sosial akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari perilaku bullying,”

jelas beliau dalam sesi diskusi bersama siswa.

 

Ketua Tim TPPK SMKN 1 Muara Uya, Evertyn menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya menanggapi kasus yang sudah terjadi, tetapi juga menjadi upaya preventif agar semua warga sekolah dapat berinteraksi secara sehat dan empatik.

 

“Kami ingin SMKN 1 Muara Uya menjadi sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.

 

Melalui rangkaian kegiatan yang berjarak hanya sehari ini, SMKN 1 Muara Uya menunjukkan komitmen kuatnya untuk mendidik generasi muda yang berbudaya, berdaya, dan berkarakter. Semangat kebersamaan dan empati yang tumbuh dari dua momentum ini diharapkan menjadi fondasi bagi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat. (Tim Jurnalis SMKN 1 Muara Uya 2025)

 















Sunday, 5 October 2025

Unjuk Kerja Jadi Metode Baru Seleksi Calon Pengurus OSIS SMKN 1 Muara Uya



Sabtu 4 Oktober 2025, Suasana berbeda di TBM Rumah Buku Alam Jaro. Bukan sekadar kegiatan literasi biasa, tapi kali ini tempat tersebut menjadi arena uji unjuk kerja kepemimpinan untuk calon pengurus OSIS SMKN 1 Muara Uya mendatang.


Jika biasanya seleksi pengurus OSIS hanya berhenti di tahap administrasi, tes pengetahuan, dan wawancara, maka tahun ini ada hal baru: uji unjuk kerja dengan pertanyaan yang tak ditanyakan, tapi butuh jawaban nyata.


Pertanyaan yang diujikan sederhana namun mendalam: “Jika pada waktu bersamaan ada dua kegiatan berbeda, yaitu acara OSIS dan acara keluarga, mana yang akan kamu dahulukan?”

Alih-alih menjawab secara normatif, para peserta diminta menunjukkan aksi nyata, hadir mengikuti kegiatan OSIS di hari libur mereka.


Beberapa tanggapan peserta dan pengurus OSIS mencerminkan betapa istimewanya metode ini. Sherin Julyazmir (X AKL) mengaku kaget namun beruntung, “Tidak menyangka kalau ini bagian dari penilaian. Rasanya senang karena sejak awal memang ingin aktif di organisasi secara nyata, bukan sekadar titip nama, dan saya benar-benar baru tahu bahwa kegiatan ini bagian terintegrasi dari proses panjang seleksi” sambil mengucap syukur tiada henti. Riska Rahmawati (XII RPL 2), Sekretaris OSIS, menyebut metode ini out of the box, “Saat wawancara semua jawaban peserta bagus, jadi sulit menilai. Tapi lewat uji unjuk kerja ini, terlihat jelas siapa yang benar-benar tulus dan siap memegang tongkat estafet OSIS.” senada dengan Reoka Ainawaike, Wakil Ketua OSIS, pun mengungkapkan rasa kekagumannya, “Belum pernah ada metode seleksi seperti ini, luar biasa. Kami jadi merasa ada chemistry antar pengurus, dan yakin OSIS akan lebih baik di periode mendatang.”


Meski Ketua OSIS berhalangan hadir karena sedang menjalani magang industri, semangat kebersamaan tetap terjaga. Kehadiran para calon pengurus di TBM Rumah Buku Alam Jaro menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk mengutamakan organisasi dan siap melangkah lebih jauh dalam kepemimpinan.


Dalam sambutannya, Moh. Khoirul Anwari selaku founder TBM RUMAH BUKU ALAM JARO mengatakan seraya mengutip pernyataan Bung Karno "Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir di tengah rakyatnya, mencium aroma tubuhnya, menjilat keringatnya agar ia tahu penderitaan rakyatnya. Hadir di sini dan mengesampingkan kepentingan lain adalah termasuk dari latihan menjadi pemimpin itu"


Dengan metode baru ini, diharapkan lahir pengurus OSIS yang bukan hanya pintar bicara, tapi juga berani bertindak, tulus mengabdi, dan siap menjadi teladan serta menjadi pengurus yang literate. (Chy/ly)







 

Mewujudkan SMK yang Menghasilkan Lulusan SMART, Mampu Membangun Desa Serta Berdaya Saing di Era Society 5.0