Perpisahan dan pengukuhan siswa kelas XII SMKN 1 Muara Uya tahun 2026
berlangsung penuh khidmat dan haru. Mengusung tema “Menggenggam Masa Depan,
Memperluas Harapan”, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 tersebut
bertempat di halaman depan sekolah dan diikuti oleh 171 siswa beserta orang tua
dan tamu undangan. Suasana pagi itu terasa istimewa. Barisan wisudawan tampil
rapi dan penuh kebanggaan, sementara para orang tua tampak tak mampu
menyembunyikan rasa haru melihat anak-anak mereka berada di titik akhir
perjuangan selama tiga tahun di bangku sekolah menengah kejuruan.
Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, dalam sambutannya menyampaikan permohonan
maaf kepada siswa, orang tua, serta seluruh guru apabila selama proses
pendidikan terdapat kekurangan maupun tekanan dalam pembelajaran. Menurutnya,
semua proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan
siswa menghadapi kehidupan nyata. “Ibarat sebuah irisan bilangan, perjalanan
kalian di sekolah ini baru menempuh 1/3 bagian. Masih ada 2/3 perjalanan lagi
yang harus dijalani di luar sana tanpa kehadiran guru secara langsung.
Tantangannya tentu akan jauh lebih berat,” ujarnya. Ia pun memberi penekanan agar para lulusan tidak mudah menyerah menghadapi kerasnya persaingan kehidupan. Menurutnya, berhenti di tengah jalan hanya akan membuat seseorang tertinggal dan tergilas oleh keadaan. “Kesuksesan itu ada di ujung jalan. Karena itu teruslah berjalan,” pesannya dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi salah satu wisudawan yang berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional, sebagai bukti bahwa siswa SMKN 1 Muara Uya mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tingkat yang lebih tinggi. Tak lupa, ia memperkenalkan berbagai program unggulan sekolah yang selama ini menjadi ciri khas pembentukan karakter siswa. Program Sarapan Pagi menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kesiapan fisik, konsentrasi belajar serta dukungan emosional (psikologis) siswa sebelum memulai pembelajaran. Program Si Merah hadir sebagai gerakan membangun budaya disiplin, kepedulian, dan semangat literasi di lingkungan sekolah. Sementara Gergaji KAIH menjadi simbol penguatan karakter siswa agar memiliki sikap kerja keras, adaptif, inovatif, dan humanis dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat dengan landasan agama. Seluruh program tersebut dirancang bukan hanya untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial.
Motivasi juga disampaikan oleh Camat Muara Uya, Camat Muara Uya, yang hadir langsung dari atas panggung untuk memberikan pesan kepada para wisudawan. Ia menekankan tiga hal penting kepada lulusan SMKN 1 Muara Uya. Pertama, para lulusan diharapkan menjadi generasi BMW, yakni mampu Bekerja, Melanjutkan Kuliah, dan Wirausaha dengan memanfaatkan ilmu serta keterampilan yang telah diperoleh selama belajar di sekolah. Kedua, ia mengingatkan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater dan wilayah Muara Uya di mana pun berada. Ketiga, para siswa diminta untuk tidak melupakan jasa guru dan orang tua yang telah membersamai proses pendidikan mereka hingga sampai di titik kelulusan.
Tantangannya tentu akan jauh lebih berat,” ujarnya. Ia pun memberi penekanan agar para lulusan tidak mudah menyerah menghadapi kerasnya persaingan kehidupan. Menurutnya, berhenti di tengah jalan hanya akan membuat seseorang tertinggal dan tergilas oleh keadaan. “Kesuksesan itu ada di ujung jalan. Karena itu teruslah berjalan,” pesannya dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi salah satu wisudawan yang berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional, sebagai bukti bahwa siswa SMKN 1 Muara Uya mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tingkat yang lebih tinggi. Tak lupa, ia memperkenalkan berbagai program unggulan sekolah yang selama ini menjadi ciri khas pembentukan karakter siswa. Program Sarapan Pagi menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kesiapan fisik, konsentrasi belajar serta dukungan emosional (psikologis) siswa sebelum memulai pembelajaran. Program Si Merah hadir sebagai gerakan membangun budaya disiplin, kepedulian, dan semangat literasi di lingkungan sekolah. Sementara Gergaji KAIH menjadi simbol penguatan karakter siswa agar memiliki sikap kerja keras, adaptif, inovatif, dan humanis dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat dengan landasan agama. Seluruh program tersebut dirancang bukan hanya untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial.
Motivasi juga disampaikan oleh Camat Muara Uya, Camat Muara Uya, yang hadir langsung dari atas panggung untuk memberikan pesan kepada para wisudawan. Ia menekankan tiga hal penting kepada lulusan SMKN 1 Muara Uya. Pertama, para lulusan diharapkan menjadi generasi BMW, yakni mampu Bekerja, Melanjutkan Kuliah, dan Wirausaha dengan memanfaatkan ilmu serta keterampilan yang telah diperoleh selama belajar di sekolah. Kedua, ia mengingatkan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater dan wilayah Muara Uya di mana pun berada. Ketiga, para siswa diminta untuk tidak melupakan jasa guru dan orang tua yang telah membersamai proses pendidikan mereka hingga sampai di titik kelulusan.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua bahwa tugas mendidik
anak belum selesai meski mereka telah lulus sekolah. “Tunjukkan jalan
kesuksesan, jaga agar mereka tidak terjerumus,” tutupnya. Senada dengan itu,
Kapolsek Muara Uya, memberikan motivasi kepada wisudawan. Ia menekankan
pentingnya integritas, kerendahan hati, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat
maupun dunia kerja. Menurutnya, lulusan SMKN 1 Muara Uya tidak cukup hanya
memiliki keterampilan, tetapi juga harus mampu menempatkan diri pada posisi
orang lain, menghargai sesama, dan menjaga sikap di mana pun berada. Puncak
acara berlangsung sangat mengharukan saat prosesi pengukuhan dan pengalungan
medali oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Secara bersamaan wisudawan
menghadap orang tuanya. Dengan mata berkaca-kaca, para ayah dan ibu mengalungkan
medali kelulusan sambil memeluk anak mereka erat. Tak sedikit yang menundukkan
kepala menahan tangis. Beberapa siswa tampak mencium tangan orang tuanya sebagai
bentuk rasa hormat dan terima kasih atas perjuangan yang telah dilalui bersama.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas
dari doa, pengorbanan, dan cinta orang tua. Suasana haru semakin terasa ketika
para guru turut menyaksikan anak didik mereka berdiri tegak sebagai lulusan yang
siap menapaki masa depan. Tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin mengiringi
prosesi tersebut, menciptakan kenangan yang akan selalu membekas di hati seluruh
peserta. Sebagai penutup, Hasanudin selaku perwakilan orang tua menyampaikan
rasa terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah atas dedikasi selama
mendidik anak-anak mereka. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama
menitipkan anak di sekolah terdapat kesalahan maupun kekurangan dari pihak orang
tua. Dalam pesannya kepada wisudawan, ia menekankan pentingnya tanggung jawab
terhadap diri sendiri setelah lulus sekolah. “Hari ini kalian dilepas bukan
berarti selesai, tetapi baru memulai perjalanan hidup yang sesungguhnya.
Bertanggung jawablah atas diri kalian sendiri,” pesannya penuh makna. (Choy/Tim
Media)
memorable moments of the inauguration and farewell activities of class XII SMKN 1 Muara Uya










0 Comments:
Post a Comment