SMKN 1 Muara Uya kembali menghadirkan suasana religius dan penuh khidmat melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin, 23 Februari hingga Jumat, 27 Februari 2006. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun karakter spiritual siswa dengan menjadikan iman sebagai fondasi utama dalam beragama.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMKN 1 Muara Uya mengajak seluruh siswa untuk tidak sekadar menjalankan ibadah secara formalitas, tetapi benar-benar menanamkan iman sebagai landasan dalam setiap sikap dan perilaku. “Jadikan iman sebagai dasar dalam beragama, sehingga setiap tindakan kita memiliki nilai dan arah,” pesannya di hadapan para peserta yang memenuhi aula sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Masrani, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada siswa karena pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran setiap hari. Hal ini menyebabkan tidak semua kelas dapat mengikuti kegiatan secara bersamaan. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan, kegiatan seharusnya dilaksanakan selama tiga hari. Namun, demi efektivitas kegiatan dan mempertimbangkan kapasitas aula sekolah, panitia menyesuaikan teknis pelaksanaan dengan sistem bergiliran.
Berdasarkan pantauan di aula, kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan rangkaian ibadah yang tertib dan khusyuk. Acara diawali dengan Sholat Dhuha dan Sholat Hajat, dilanjutkan pembacaan Yasin dan tahlil, kemudian tadarus Al-Qur’an hingga pukul 10.00 WITA. Setelah istirahat selama 15 menit, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi keagamaan yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
Untuk siswa kelas XII, materi difokuskan pada pernikahan sebagai bekal pemahaman menuju fase kehidupan berikutnya. Kelas XI mendapatkan materi tentang resilience atau ketangguhan serta pentingnya bakti kepada orang tua. Adapun kelas X dibekali materi thaharah (bersuci) sebagai dasar ibadah, serta penguatan nilai bakti kepada orang tua.
Rangkaian Pesantren Ramadhan ditutup pada Jumat, 27 Februari 2006. Dalam sambutan penutupan, Kepala SMKN 1 Muara Uya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta para narasumber atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan kemudian diakhiri dengan tradisi saling berjabat tangan antara siswa dan guru, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang mempererat silaturahmi keluarga besar sekolah.
Pesantren Ramadhan tahun ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter yang meneguhkan nilai iman, ketangguhan, serta penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari jati diri siswa SMKN 1 Muara Uya.
Jumat, 27 Februari menjadi hari terakhir beliau bertugas di SMKN 1 Muara Uya sebelum memulai pengabdian baru di SMKN 1 Tanjung. Mutasi ini bukan sekadar perpindahan tempat kerja, tetapi impian yang terwujud sekaligus keputusan humanis dari kepala sekolah yang memberikan izin mutasi demi keselamatan dan keberlangsungan kehidupan beliau.
Suasana haru menyelimuti aula saat kata pamit disampaikan. Air mata, pelukan, dan doa mengiringi langkah beliau menuju babak baru pengabdian. Pesantren Ramadhan tahun ini pun menjadi semakin bermakna: bukan hanya tentang penguatan iman bagi siswa, tetapi juga tentang keteladanan pengorbanan, ketangguhan, dan kemanusiaan yang nyata di hadapan seluruh keluarga besar SMKN 1 Muara Uya. (Tim Jurnalistik Sekolah)








0 Comments:
Post a Comment